您现在的位置是:吟风咏月网 > politik
sundulqq Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
吟风咏月网2026-04-02 23:30:53【politik】7人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan sundulqq
Nanti setelah sebulan,sundulqq kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(67478)
相关文章
- Bojan Hodak tegaskan persaingan meraih juara akan sengit hingga akhir
- Prabowo sebut sikap non
- Iran klaim gelombang serangan ke
- Gagal bungkam PSIM Yogyakarta, Semen Padang pecat Dejan Antonic
- Thom Haye ingin Persib manfaatkan pengalaman dari pertemuan pertama
- Prabowo sebut sikap non
- Iran klaim gelombang serangan ke
- Milo sebut Persis butuh satu permainan terbaik untuk menang
- TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"
- Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita
热门文章
站长推荐

Bali United permalukan tuan rumah Arema FC 4

Nova Arianto panggil 28 pemain untuk ikuti TC timnas U

Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan

Pesan Umuh jelang Persib hadapi Persebaya di Surabaya

Bahlil akan beri insentif konversi motor bensin jadi listrik

SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan

41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 2026

Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2